Monday, November 7, 2022

Mengapa Kamu

Ada jatuh yang tak pernah ku duga, hingga sebuah tanya muncul dalam benak.

Mengapa kamu? Ada rasa yang datang tanpa diundang, hingga tanpa sedar ku letakkan namamu pada urutan paling pertama dalam segala hal. Ada rasa yang sampai kini masih ku sangkal. Sebab memberi hati kepadamu tak pernah sebelumnya terfikir dek akal.

Barangkali begitulah risikonya. Betapapun sudah berhati-hati, selalu saja ada jalannya jika memang harus terjadi. Sementara hati sebetulnya sudah lelah terjatuh sendirian, tapi Tuhan mendatangkan kamu di hadapan. Kali ini entah sebagai jawapan, entah sebagai penambah pertanyaan, entah sebagai pemberi pelajaran, entah sebagai penyelamat.

Jadi, mahu dibawa ke mana hatiku ini? Haruskah aku menujumu, perjuangkan kamu lebih jauh? Atau kembali saja pada titik mula...cukup sebagai pendamba?

Andai kamu mengerti, ini bukan tanpa alasan. Ada kala aku bermonolog, mengapa kita kemudian dipertemukan? Atau mengapa kita dipertemukan kembali? Lembaran takdir apakah ini? Dan sebelum rasa tampak nyata, sudah ku sadari bahawa semuanya akan berakhir dengan sia-sia.

Kamu seperti ada untukku sayangi saja, bukan untukku miliki. Seperti dekat yang tak terjangkau, terasa tapi tak tergenggam, ada yang seperti tiada...


* aku tak mahu sakit lagi*


No comments: