Tiada lagi teman bicara untuk aku luah segala
Hanya mampu pendam hingga membuak di dada
Tiada siapa tahu
Tiada siapa mengerti
Sungguh pedih hingga air mata menitis tiba-tiba tanpa sedar
Aku rindu dia yang dulu
Yang sering membuat aku ketawa
Namun kini hanya berteman sepi
No comments:
Post a Comment