Saturday, October 29, 2022

Bahagia di mana

Kita masih bersama 

namun keadaan sudah tidak sama

Sungguh kebahagiaan itu bukan turun dari langit

Tapi sebuah perjuangan yang harus diperjuangkan

sampai akhir nafas..

Aku tak percaya pada 'happy ending'

Kerna sampai saat ini 

belum ku temukan bahagia itu.

Bukan Maksudku

Bukan maksudku untuk menuntut kepadamu

Tapi apakah salah jika aku menginginkan

percakapan yang lebih dari sekadar 'ya' dan 'ok'.

Bukan maksudku untuk membantah perkataanmu

Tapi apakah salah jika aku juga ingin dimengerti.

Bukan maksudku untuk menunjukkan

sisi lemahku agar kamu mengasihani aku

tetapi untuk merasa bahawa aku ini ada, dianggap dan dihargai.

Bukan maksudku untuk meminta lebih darimu

tapi apakah salah jika aku diberi sedikit perhatian

agar aku tidak merasa tersisih...

Aku sakit

Kamu adalah kebenaran yang harus ku ingkari

Kamu adalah keindahan  yang tak mampu ku nikmati

Kamu adalah kesyahduan yang hadir lewat mimpi

Kamu adalah bayangan yang hanya dalam angan

Kamu, kamu, kamu

yang tak mungkin menjadi realiti

Aku sakit dengan kisah ini

serasa semakin membarah

Ke mana harus ku cari penawar..

Tentang Rindu

Semua rindu ini untuk kamu

Seseorang yang hadir

Mungkin hanya sebagai satu persinggahan

Yang ku raih 

namun tak bisa ku genggam

Aku hanya mengungkap rasa

Tanpa mengharap apa-apa.

Dan jika rindu ini aku tumpahkan

Pada lautan

Akan sanggupkah laut menampungnya?

Duhai wahai..

Maafkan aku kerana tak mampu

hilangkan rasa ini!

Berhenti Di sini

Maaf aku berlabuh

Arusnya terlalu deras

Aku takut terhanyut

Lalu hilang tenggelam.

Maaf aku berhenti

Kakiku lelah berlari

Aku perlu berbaring

Dan hilangkan letih

Aku memilih pergi dari hatimu

Yang tak bisa ku miliki

Aku mohon izin lupakanmu

Walau terasa amat sukar.

Aku jua undur diri

dari merindukanmu

Meski ini akan sulit.

Maaf aku menyerah

Aku tak mampu fahami kamu.

Friday, October 28, 2022

Kau Yang Bernama Rindu

Kamu yang bernama rindu

Jangan hampiri aku kala malam jadi gelita

Jangan hampiri aku kala musim berganti sejuk

Jangan hampiri aku kala senja datang.

Kamu yang bernama rindu

Datangmu ku harap bersama pemilikmu

Sesekali boleh kau hinggapi kalbu ini

Ku harap esok lusa kau tak sendiri...

Hanya Bayangmu Temani Aku

Nyanyian rindu ini membuatku larut dalam rasa yang salah

Terhanyut dalam anganku tentang kamu

Bermimpi akan hadirmu disisiku

Meski hanya bayangmu yang mampu menemani aku

Aku bahagia...

Kerana bayangmu mampu membuatku

tersenyum saat mengingatnya

Maafkan aku yang tak mampu

melepas belenggu bayangmu dalam anganku

Izinkan aku menyimpannya

Walau tak mungkin untukku memilikimu.

Dari sisi berbeza

Kita adalah umpama sebuah kisah lain

yang tak bisa lagi kau dan aku sebut

sebagai cinta..

Lalu apakah?

Aku tidak pasti jawapannya

Yang nyata aku sendiri dan sentiasa sendiri

Keseorangan ditemani sepi yang mencengkam jiwa.

Kebas

Seiring waktu berlalu

Kamu kehilangan senyumku

Tiada lagi gelak tawaku bersamamu

Pudar sudah kemanjaanku

Musnah sudah rajukku

Aku kebas bagai dibius

Semua rasa hilang

dan tidak mungkin akan kembali

Seolah-olah matinya seorang aku.

Thursday, October 20, 2022

Biar waktu menentukan

Sehingga hari ini

Aku pilih diam

Hanya memintamu melalui doa

Ku biarkan waktu yang akan

menuntunku menujumu atau menjauh darimu

Biarkan aku memaknai rasaku dalam diam

Hingga aku yakin untuk

mengungkapkannya langsung dihadapanmu.

Kau itu

Bagiku, kau itu..

Yang ku raih namun tak bisa ku genggam

Yang ku temukan namun tak pernah ku dapatkan

Yang ku yakin bahagia namun tak mampu berjalan bersama

Yang mampu ku rasa begitu hangat namun tak berhak 

untuk memeluk begitu erat

Yang aku tunggu-tunggu namun menjadi yang terlewatkan

Yang ku damba dengan begitu banyak

namun hanya sekadar untuk diingat.

Wednesday, October 19, 2022

Tentang kita

Mungkin kita adalah sebuah ketidaksengajaan

Tak sengaja bertemu lalu mencipta bahagia

Mungkin pula kita hanyalah sebuah perumpamaan

Kita hanya bayangan dari sebuah kenyataan

Bahawa kita ternyata tak selamanya sejalan.

Kita diumpamakan sebagai dua hati yang sepi

dan kembali menjadi sepi

Mungkin malah kita adalah sebuah cerita manis yang terpaksaa hancur

Kita dipaksa mengikut alur

Tanpa tahu bahawa kita akan berakhir lebur.

Dalam Hati

Aku menyimpanmu di dalam hati

Hati yang juga 

ku gunakan untuk berdoa

Agar bila tuhan

Melihat isi hatiku

DIA juga akan melihat kamu.

Tuesday, October 18, 2022

Masih berharap

Aku masih berharap

Tanpa tahu apa yang bakal terjadi 

dengan harapan ini nanti

Terima kasih untuk KAMU

Terima kasih untuk kamu yang berkenan hadir dalam kehidupanku

Terima kasih untuk kamu yang telah menyisakan kenangan manis walau seketika

Terima kasih untuk kamu yang telah mengambil bahagian dalam otakku

Terima kasih untuk kamu yang mengambil waktu ku 24 jam dalam memikirkanmu

Terima kasih untuk kamu yang telah mengingatkanku kembali bagaimana rasanya merindu

Terima kasih untuk senyuman kamu yang mampu buat aku jua menguntum senyum

Terima kasih untuk kamu atas setiap gurau senda yang bisa buat aku ketawa.

.

Akanku simpan semuanya jadi memori terindah. Andai aku pergi, hanya jasad yang tiada, namun namamu tetap sentiasa ku bawa dan mekar di hati ini. Sentiasa..

*Telah ku pahat namamu di dalam sini dan takkan mungkin hilang selamanya!

Monday, October 17, 2022

Langkah ini makin longlai

Langkahku makin goyah

Menyusuri jejak tanpa arah

Dan aku kian melemah...

Mana kekuatan dulu

Yang selama ini  menebal dalam diri

Betapa mudah ia menipis

Sangkaku aku mampu bertahan

tapi kini ku tidak lagi pasti

Serasa longlai langkah ini

Mencari tak bererti

Menanti yang tak pasti

Aku  lelah...

Mohon moga aku tak jatuh tersungkur

Tuhan...

Aku sudah tak berdaya lagi

Bantu aku bangun..

Tolong aku untuk bangkit.


Lembar yang salah

Bolehkah aku menyalahkan semesta

Yang mempertemukan kita

Menanam rasa dalam dada

Kemudian menghadiahi lara.

Harus aku apakan hujan yang terlanjur datang

Tumpah menggenang

Melarutkan semua rasa

Dan hanya menyisakan bayang.

Andai aku tahu

Langit tak selalunya biru

Aku memilih tak pernah mengenalmu

Jika aku harus mengenang pilu.


Saturday, October 15, 2022

Tentang sunyi

Dapatkah kau merasa

Dari kata-kata yang tertulis

Tentang sepi

Tentang sunyi

Tentang hati yang sarat lara

Memeluk malam hening

Mengirai sesal

Dapatkah kau melihat

Mendengar..

Dari ayat-ayat yang berhamburan

Tentang aku

Tentang harapan

Tentang mimpi yang mati

Merayu pada langit alam yang koyak

Di balik lelah hidup

Di sisa-sisa nyawa

.

Dapatkah kau mengerti

....Tentang sunyinya sunyi...


Thursday, October 13, 2022

Titik

Aku mahu kamu

(Noktah)

Sunyi

Ia kebisuan yang melampau

Gelap pekat

Keliru dalam celaru

Sejuta rasa

Yang tiada rasa.

Jauh..lalu hilang

Pernahkah kau merasa

Seperti berdiri di puncak

Menghulur tangan

Cuba menggapai sesuatu

Namun sejauh mana kau gapai

Tetap tak sampai 

Lalu kau genggam tangan yang kosong

Membuka jari jemari

Melihat ketiadaan

dan angin bertiup

Menghembus semuanya pergi

Melintas di depan mata

Makin jauh dan jauh..

lalu hilang.

Waktu

Andai aku hitung detik masa

Derap-derap langkah merentas hidup

Sungguh! Ia menakutkan

Setiap saat yang hilang

Setiap kenangan yang terbuang

Ingatan berciciran bagai hujan

Gugur ke bumi tanpa belas

Menjadi arus sungai

Hanyut ke mana...

Wednesday, October 12, 2022

Ingatan untuk Diri

Putus asa, bukan rasa yang biasa-biasa.

Ingatan,

Jangan biar rasa putus asa itu,

Menjadikan diri kau lemah rebah,

Biar sampai satu masa,

Rasa putus asa itu sendiri berputus asa untuk mendekati kau.

Kerana dia tahu kau cekal

Kerana dia tahu kau tak mudah lemah

Kerana dia tahu kau tabah

Sabar walau pahit

Redha walau payah

Pasrah walau tak mudah


Dari hati ke hati

Bilamana kau menulis dari hati

Maka ianya akan sampai ke hati.

Tahun-tahun yang Berlalu

Kelakar.. atau ironi?

Walaupun sehari-hari sekadar terperangkap dalam rutin yang sama, namun tanpa sedar dah bertahun-tahun waktu saya habiskan.

Macam angin, datang dan lalu. Pergi begitu sahaja.

Ia bergerak dan terus bergerak walau minda selalu leka dan lupa.

Dan sekali lagi..waktu berlalu. Bermakna memori-memori dulu makin jauh, makin usang dan lapuk.

Walau dicongak dengan sifir dan kira-kira bentuk apa sekalipun, memori yang berlalu itu tetap sesuatu yang menyedihkan.

Tuesday, October 11, 2022

Hakikat sepi

Hakikat sepi

Nyatanya yang pasti aku berdiri sendiri

Menoleh kiri dan kanan

tapi sepi mengekori

Sepertinya sepi itu mengerti

bahawa aku dan sepi itu bersahabat sejati

Hingga kini ia tetap setia

menemani aku ke mana saja.


Rasa ini

Cukup aku tak kuat memikirkan keadaan yang mewujudkan aku cuma

sebagai satu persinggahan.

Atau ini juga sebenarnya cuma satu kebiasaan.

Kebiasaan yang bakal hilang. Pergi.

Apabila sudah tidak lagi biasa

Apabila sudah mula tidak difahami kembali

Apabila yang ada jadi tiada

dari kebersamaan tadi,

eloklah aku bersedia saja untuk kembali menyambut diri

yang berkemungkinan besar akan 

tersembam lama.

Thursday, October 6, 2022

Wednesday, October 5, 2022

Pain inside

Time doesn't heal anything

It just teaches us how to live with the pain

Surat Buat Tuhan (iii)

Tuhan..

Kau mengujiku lagi

Betapa banyak dugaan yang ku lalui

Lalu kini kau menghadirkan dia

Mengapa sekarang

Sungguh aku tak mampu menghadapinya

Disaat jiwa kosong

Dia muncul untuk mengisi

Perlukah aku berdamai dengan takdir ini?

Aku buntu, aku keliru

Wahai Tuhan,

Jika ini yang terbaik untukku

Kau permudahkanlah

Dan andai ini tidak baik untukku

Maka kau jauhkanlah

Aku hanya hamba-MU

Tetap pasrah

Walau pasrah itu payah.

Tiada daya upayaku

Aku tak mampu menyayangimu seperti mana kau menyayangiku

Bukan ku tak mahu tapi keadaan tidak mengizinkan

Maaf atas segala kelemahan ini

Walau apa pun, akanku pahat namamu

Jauh di sudut hatiku yang paling dalam

Akanku sulam doa dalam setiap sujudku

Moga kau bahagia selamanya

Ketahuilah sesungguhnya mengenalimu adalah

satu memori terindah yang pernah ku lalui dalam hayat ini


*Hakikatnya aku tak rela kehilangan kamu.


Sunday, October 2, 2022

Kamu di mana

Rindu

Hanya itu yang ku tahu

Saat kau mendiam

Mana kamu

Datanglah dalam mimpiku..

Saturday, October 1, 2022

Hati yang degil

Hati

Kenapa kau degil

Membenam duka dalam diam

Melonjak resah dalam kelam

Mencari cinta yang suram.

Hati

Mengapa kau begini

Selalu resah tak berteman

Selalu sunyi tak bertepi

Melayan gelodak perasaan.

Hati

Relakan segalanya

Untuk meniti sebuah kehidupan

Usahlah kau resah dalam diam

Teruskan melangkah.


* Aku yang pasrah dan kalah.

Sendiri dan sendiri lagi

Hati ini sekian lama begini

Ditinggal sepi dibiar usang

Takkan pernah ada yang tahu

Andai ada yang menoleh

Hanya jelingan bersahaja

Untuk apa berkongsi derita

Jika hanya menambah luka

Biar luluh biar hancur

Ku cuba rawat sendiri

Sesungguhnya

Tiada lagi air mata

Untukku tangiskan.

Hadam semua

Sesak nafas

Sebak dada

Bertahan

Telan walau tersekat 

Hadam

Sampai bila...........